Friday, March 31, 2017

KJA Danau Tondano

Demonstrasi merupakan salah satu metode penyuluhan perikanan yang berdasarkan pada pendekatan kelompok. Metode pendekatan ini cukup efektif, karena sasaran yang dibimbing dan diarahkan secara kelompok untuk melakukan suatu kegiatan yang lebih produktif atas dasar kerja sama. Dalam pendekatan kelompok banyak manfaat yang diambil, disamping dari transfer teknologi informasi juga terjadinya tukar pendapat dan pengalaman antar sasaran penyuluhan dalam kelompok yang bersangkutan.


Metode penyuluhan perikanan demonstrasi dibagi ke dalam dua jenis yaitu demonstrasi cara dan demonstrasi hasil. Demonstrasi cara adalah teknik penyuluhan perikanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang cara penerapan teknologi perikanan yang telah terbukti menguntungkan bagi pelaku utama dan/atau pelaku usaha perikanan.  Tujuannya adalah untuk meyakinkan orang bahwa suatu cara kerja tertentu yang dianjurkan itu bermanfaat dan mudah dilakukan. Contoh dari demonstrasi cara adalah demonstrasi pembuatan konstruksi kolam dan tambak, demonstrasi cara penebaran benih, lokasi demonstrasi biasanya berada di daerah yang mudah dikunjungi pelaku utama/pelaku usaha.    Sedangkan demonstrasi hasil adalah teknik penyuluhan perikanan berupa kegiatan untuk memperlihatkan secara nyata tentang hasil penerapan teknologi perikanan yang telah terbukti menguntungkan bagi pelaku utama dan/atau pelaku usaha perikanan atau teknologi lainnya yang sudah spesifik lokasi. Tujuannya adalah untuk menunjukkan nilai cara baru yang dianjurkan dan untuk memperlihatkan bahwa anjuran-anjuran itu cocok bagi tempat tersebut serta menguntungkan. Kegiatan demonstrasi cara dan hasil dapat dilaksanakan di semua tingkatan mulai di tingkat kelompok pelaku utama, tingkat Desa, tingkat Kecamatan, tingkat Kabupaten, tingkat Provinsi sampai di tingkat Nasional.

Danau Tondano dengan luas 4.278 Ha merupakan perairan umum terbesar di Sulawesi Utara telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budidaya ikan mas dan nila dalam keramba jaring apung serta budidaya ternak unggas air (itik). Karenanya masyarakat pembudidaya ikan yang berada disekitar Danau Tondano banyak diuntungkan sumber pencahariannya di perairan ini secara turun temurun. Usaha budidaya ikan mas dan nila dalam Keramba Jaring Tancap di Danau Tondano telah berkembang dengan pesat, namun perkembangannya tidak terkendali, dan dimana terlalu banyak menyita areal perairan danau yang dapat ditemui adanya potongan-potongan bambu sisa KJA yang ditinggalkan begitu saja oleh para pembudidaya ikan pemula yang tidak bertanggungjawab. Budidaya ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) merupakan teknologi budidaya anjuran yang ramah lingkungan, teknologi efisien dan produktivitasnya tinggi serta dampak negatifnya diupayakan seminimal mungkin terhadap lingkungan perairan danau.



TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan demontrasi budidaya intensif di KJA Danau Tondano ditujukan untuk memperkuat kemampuan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) dalam:

  1. Mendayagunakan kemampuan dan potensi budidaya KJA secara intensif di Danau Tondano untuk menghasilkan benih ikan ukuran benih tebar jaring (8–12cm) di Danau Tondano sesuai kebutuhan UPR dan Pokdakan di wilayah kerja BBAT Tatelu.
  2. Meningkatkan kemampuan pokdakan dalam mengelola usaha bersama memproduksi benih secara komersial; dan berkesinambungan.



SASARAN

  1. Kelompok Pembudidaya ikan yang mampu mengembangkan usahanya secara komersial dan berkelanjutan.
  2. UPR sebagai produsen benih, yang pada gilirannya mendorong peningkatan pendapatannya.
  3. Target dari kegiatan budidaya KJA secara intensif di Danau Tondano adalah peningkatan usaha dari 1 unit menjadi 4 unit dengan adanya ketersediaan benih ikan nila 20.000ekor berukuran 8-12cm/ekor, benih ikan mas 15.000ekor berukuran 8-12cm/ekor, benih ikan gurame 10.000ekor berukuran 8-12cm/ekor, dan benih ikan patin 10.000 ekor berukuran 8-12cm/ekor.



LOKASI KEGIATAN

Berdasarkan kriteria yang telah disyaratkan dan disertai hasil peninjauan langsung oleh Pengawas Budidaya dan Penyuluh Perikanan ke lokasi pembesaran benih ikan maka telah ditetapkan lokasi kegiatan budidaya  intensif di KJA Danau Tondano yaitu di Desa Eris Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa Propinsi Sulawesi Utara.



PELAKSANAAN KEGIATAN


Penyelenggaraan kegiatan demonstrasi budidaya  intensif di KJA Danau Tondano ini dilaksanakan oleh Seksie pelayanan teknis yang didampingi oleh penyuluh perikanan Balai Budidaya Air Tawar Tatelu. Kegiatan demonstrasi budidaya ikan secara intensif di KJA Danau Tondano oleh UPR/Pokdakan dilakukan berdasarkan hasil identifikasi oleh Pengawas Budidaya dan Penyuluh Perikanan di Balai Budidaya Air Tawar Tatelu. Telah dilakukan penilaian untuk menilai kelayakan pembudidaya/ kelompok yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini.

PENUTUP

Penyelenggaraan kegiatan budidaya KJA secara intensif di Danau Tondano telah membawa dampak yang signifikan karena adanya pencapaian target yang memuaskan, yakni peningkatan usaha menjadi 8 unit artinya terjadi peningkatan sebanyak 200% dari target, juga ketersediaan benih ikan nila 25.000ekor dari target sebelumnya 20.000ekor berukuran 8-12cm/ekor, benih ikan mas 16.500ekor dari target sebelumnya 15.000ekor berukuran 8-12cm/ekor, benih ikan gurame 8.000ekor dari target sebelumnya 6.000ekor berukuran 8-12cm/ekor, dan benih ikan patin11.750ekor dari target sebelumnya 10.000 ekor berukuran 8-12cm/ekor.

Berdasarkan torehan hasil seperti diuraikan diatas berarti kegiatan pendampingan dan pengawasan, serta pembinaan oleh BBAT Tatelu bekerjasama dengan Seksi Pelayanan Teknis, pengawas budidaya serta penyuluh perikanan dalam tugasnya untuk memberikan penerapan aplikasi budidaya perikanan air tawar hasil perekayasaan terapan telah berhasil diserap oleh UPR/Pokdakan dan BBI yang merupakan binaan pihak BBAT Tatelu.

KJA Danau Tondano Rating: 4.5 Diposkan Oleh: nina aysiana runny

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda sangat bermanfaat