Mengenal Ikan Bandeng


Sahabat semua yang saya mulyakan, semoga anda semua dalam keadaan bahagia dan dalam lindungan Tuhan yang Maha kuasa. Pada kesempatan ini saya  Penyuluh Perikanan kembali untuk berbagi memperkenalkan kepada anda semua, Kalau kita melihat dalam gambar ini saya yakin kalian semua pasti tahu dan suka dengan ikan yg satu ini. Kesempatan ini saya akan mengenalkan kepada anda sebagai tambahan untuk pengetahuan juga merupakan  informasi Tentang Ikan Bandeng. Negara Indonesia Sebagai negara  maritime, Tentu saja  mempunyai potensi yang besar dalam perikanan, baik perikanan air tawar, air payau, maupun air laut. Menurut Saparinto (2007), potensi akuakultur air payau, yakni dengan sistem tambak diperkirakan mencapai 931.000 ha dan hampir telah dimanfaatkan potensinya hingga 100% dan sebagian besar digunakan untuk memelihara ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) dan udang (Pennaeus sp.).



Salah satu produk perikanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat adalah ikan bandeng. Ikan bandeng merupakan suatu komoditas perikanan yang memiliki rasa cukup enak dan gurih sehingga banyak digemari masyarakat. Selain itu, harganya juga terjangkau oleh segala lapisan masyarakat. Ikan bandeng digolongkan sebagai ikan berprotein tinggi dan berkadar lemak rendah.

Dalam rangka pemanfaatan bandeng untuk konsumsi manusia, tentunya dibutuhkan keterampilan serta keragaman dalam mengolahnya. Materi penyuluhan Pengolahan Ikan Bandeng ini berisi prosedur pengolahan  ikan bandeng agar menjadi makanan yang diminati masyarakat. Dengan demikian kegiatan tersebut dapat mendukung ketahanan pangan, peningkatan gizi, menciptakan lapangan kerja, dan membentuk masyarakat untuk terbiasa berwirausaha. 

Dasar-dasar Pengolahan Ikan
Seperti kita ketahui ikan merupakan bahan pangan yang mudah rusak (membusuk). Hanya dalam waktu sekitar 8 jam sejak ikan ditangkap dan didaratkan sudah akan timbul proses perubahan yang mengarah pada kerusakan. Karena itu agar ikan dan hasil perikanan lainnya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, perlu dijaga kondisinya. Pengolahan merupakan salah satu cara untuk  mempertahankan ikan dari proses pembusukan, sehingga mampu disimpan lama sampai tiba waktunya untuk dijadikan sebagai bahan konsumsi. Usaha dalam melaksanakan pengolahan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Misalnya, ikan yang baru ditangkap dapat dipertahankan kesegarannya dengan cara didinginkan atau dibekukan, atau dapat pula diolah menjadi produk setengah jadi seperti dalam pembuatan ikan pindang dan sebagainya.

Pada mulanya, usaha-usaha yang dilakukan dalam pengolahan ikan dikerjakan secara tradisional dengan memanfaatkan proses alami. Faktor alami yang banyak dimanfaatkan berupa sinar matahari. Melalui jalan menjemur ikan di bawah terik matahari, kandungan air yang ada dalam daging ikan akan berkurang sehingga ikan menjadi kering dan awet. Sejak ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat seperti saat ini, usaha dalam pengolahan ikanpun ikut berkembang dengan makin banyaknya peralatan mekanis yang digunakan dalam proses pengolahan tersebut. Sehingga dengan peralatan yang cukup modern, proses pengolahan menjadi lebih cepat, dapat memperbanyak produksi akhir, serta mampu memperbaiki mutu hasil olahan.  Tujuan Utama Pengolahan  Ikan dan hasil perikanan lain merupakan bahan pangan yang mudah membusuk, maka proses pengolahan yang dilakukan bertujuan untuk menghambat atau menghentikan aktivitas zat-zat dan mikroorganisme perusak atau enzim-enzim yang dapat menyebabkan kemunduran mutu ikan.  Prinsip pengolahan ikan pada dasarnya bertujuan melindungi ikan dari pembusukan atau kerusakan. Pembusukan terjadi akibat perubahan yang disebabkan oleh mikroorganisme dan perubahan-perubahan lain yang sifatnya merugikan. Pengolahan juga bertujuan untuk memperpanjang daya awet dan mendiversifikasikan produk olahan hasil perikanan.



POTENSI DAN DISTRIBUSI IKAN BANDENG
 A. Klasifikasi dan Morfologi
Menurut Saanin (1968), klasifikasi ikan bandeng (Chanos chanos Forsk) adalah sebagai berikut :

®        Kingdom : Animalia
®        Phylum : Chordata
®        Sub phylum : Vertebrata
®        Class : Pisces
®        Sub class : Teleostei
®        Ordo : Malacopterygii
®        Family : Chanidae
®        Genus : Chanos
®        Species : Chanos chanos Forsk 

Ikan Bandeng mempunyai ciri-ciri seperti badan memanjang, padat, kepala tanpa sisik, mulut kecil terletak di depan mata. Mata diselaputi oleh selaput bening (subcutaneus). Sirip punggung terletak jauh di belakang tutup insang dan dengan rumus jari-jari D. 14-16; sirip dada (pectoral fin) mempunyai rumus jari-jari P. 16-17; sirip perut (ventrial fin) mempunyai rumus jari-jari V. 11-12; sirip anus (anal fin) terletak jauh di belakang sirip punggung dekat dengan anus dengan rumus jari-jari A. 10-11; sirip ekor (caudal fin) berlekuk simetris dengan rumus jari-jari C. 19 (Hadie, 1986).

Menurut Ghufron (1994), ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk) dapat tumbuh hingga mencapai 1,8 m, anak ikan Bandeng (Chanos chanos Forsk) yang biasa disebut nener yang biasa ditangkap di pantai panjangnya sekitar 1-3 cm, sedangkan gelondongan berukuran 5-8 cm. 



Gambar 1. Ikan Bandeng (Channos channos Forsk)

B.  Potensi
Dalam usaha pembudidayaan ikan, lingkungan perairan yang cukup luas merupakan nilai lebih yang dimiliki Indonesia. Peningkatan budidaya perikanan dalam hal ini budidaya ikan bandeng biasa dijadikan alternatif upaya pemenuhan gizi dan pangan serta upaya peningkatan taraf hidup masyarakat. Ikan bandeng merupakan salah satu komoditas perikanan yang dianggap bernilai ekonomis tinggi sehingga sangat potensial untuk dibudidayakan secara optimal. Untuk menggali potensi tersebut, dibutuhkan pemahaman mengenai ikan bandeng dan seluk beluknya. 

Bagi masyarakat pesisir, ikan bandeng merupakan jenis ikan yang sudah tidak asing lagi, hanya saja masyarakat pedalaman yang berlokasi jauh dari pantai belum tentu mengenal ikan ini. Secara umum gambaran fisik (morfologi) ikan bandeng mudah dikenali, yakni berbentuk seperti peluru torpedo dengan sirip ekor yang bercabang, bermata bundar warna hitam dengan bagian tengahnya berwarna putih jernih, serta memiliki sisik yang berwarna putih keperakan. Dagingnya yang  berwarna putih susu sehingga juga dikenal dengan sebutan milkfish. Di beberapa tempat, ikan bandeng memiliki banyak nama, misalnya di Sumatera dikenal dengan sebutan banding, mulch, atau agam. Di Bugis disebut bolu, di Filipina disebut bangos, dan di Taiwan disebut sabahi. 

C. Distribusi
Ikan bandeng merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam famili Chanidia dan termasuk ke dalam jenis ikan pelagis yang mencari makan di permukaan dan sering dijumpai di daerah dekat pantai atau litoral. Secara geografis, ikan ini hidup di daerah tropis maupun subtropis pada batas 30-400 LS dan LU. Penyebarannya mencakup areal perairan Indo Pasifik, mulai dari pantai timur Afrika, Malagasi, Laut Merah, Teluk Aden, pantai barat dan timur India, Sri Langka, Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina, bagian selatan Jepang, pantai utara Australia, Hawaii, sampai ke pantai barat Kalifornia dan  Meksiko.  Di Indonesia, ikan bandeng sudah lama dikenal sebagai ikan yang  banyak dipelihara di tambak. Pemeliharaannya tersebar hampir di seluruh pulau besar di tanah air, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, atau Sulawesi. Selain di Indonesia, ikan bandeng juga banyak dipelihara di Filipina dan Taiwan. Sebenarnya, ikan bandeng memang merupakan jenis ikan air payau. Namun, saat ini ikan bandeng sudah mulai banyak dibudidayakan di kolam air tawar atau karamba apung air tawar. 


Untuk diketahui
Ikan bandeng termasuk ikan pelagis yang mencari makan di permukaan dan sering dijumpai di daerah dekat pantai atau litoral. Secara geografis, ikan ini hidup di daerah tropis maupun subtropis pada batas 30-400 LS dan LU. Ikan bandeng merupakan suatu komoditas perikanan yang memiliki rasa cukup enak dan gurih sehingga banyak digemari masyarakat. Selain itu, harganya juga terjangkau oleh segala lapisan masyarakat.Budidaya ikan bandeng biasa dijadikan alternatif upaya pemenuhan gizi dan pangan serta upaya peningkatan taraf hidup masyarakat.

Semoga informasi ini sangat membantu, dan bermanfaat

informasi sekilas ikan Bandeng lainnya:
1.       Karakteristik Ikan Bandeng
2.       Pengolahan Ikan Bandeng




Kementerian Kelautan dan Perikanan
Direktorat Jendral Perikanan Budidaya


Comments

  1. Untuk teman teman yang mau mencoba membudidayakan ikan bandeng,kami siap mensuplai bibit/nener bandeng.
    lokasi kami berada di bali yang merupakan penghasil nener bandeng terbesar di dunia.
    untuk informasi dan pemesanan silahkan kontak kami di 085333856995/085792489188 atau kunjungi kami di supplier-benih.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Untuk agan-agan yang berminat membudidayakan bandeng,kami dr bali siap mensuplai bibit/nener bandeng.
    Untuk informasi dan pemesanan silahkan kontak kami di 085333856995/085792489188 atau kunjungi kami supplier-benih.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. numpang lapak gan,,,kami adalah UD.Bandeng Duta Benur yang berlokasi di kabupaten buleleng, bali, bergerak sebagai suplayer benih bandeng (chanos chanos forskal) atau kami menyebutnya nener, sanggup memenuhi permintaan anda keseluruh pelosok nusantara maupun ekspor dalam jumlah besar maupun kecil, kualitas yang kami miliki yaitu B2 kecil. B1 (sedang)dan A besar sesuai dengan permintaan, banih bandeng kami yaitu benih bandeng tawar, payau maupun asin. jika berminat silahkan hubungi kami di Hp. 085238284791 atas bapak Mukhlis

    ReplyDelete
  4. numpang lapak gan,,,kami adalah UD.Bandeng Duta Benur yang berlokasi di kabupaten buleleng, bali, bergerak sebagai suplayer benih bandeng (chanos chanos forskal) atau kami menyebutnya nener, sanggup memenuhi permintaan anda keseluruh pelosok nusantara maupun ekspor dalam jumlah besar maupun kecil, kualitas yang kami miliki yaitu B2 kecil. B1 (sedang)dan A besar sesuai dengan permintaan, banih bandeng kami yaitu benih bandeng tawar, payau maupun asin. jika berminat silahkan hubungi kami di Hp. 085238284791 atas bapak Mukhlis

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar anda sangat bermanfaat

Popular posts from this blog

ANEKA PRODUK DAN OLAHAN RUMPUT LAUT

MENGENAL IKAN SIDAT DAN PROSPEKNYA

Pengawetan Ikan dengan Sistim Pengasapan