Monday, March 27, 2017

Pembenihan Ikan Gurami



pembenihan Ikan
Ikan Gurame (Osphronemus goramy) dikenal sebagai ikan air tawar yang sangat populer dan digemari oleh masyarakat umumnya bahkan sampai diseluruh Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ikan Gurame ini merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici, berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat,Indonesia), dan menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia.

Mengingat  ikan gurame ini enak dan lezat rasanya maka tidak heran jika perminataan dari para konsumen semakin banyak dan bertambah  bahkan hingga kini Ikan gurami merupakan ikan yang cukup istimewa dan menjadi ikan faforit sebagai rajanya ikan air tawar.

Untuk postingan kita pada kesempatan ini penyuluh akan menjelaskan tentang Usaha Pembenihan Ikan gurami.
 Gurame
Kegiatan usaha pembenihan ikan Gurami ini memegang peranan penting dalam penyediaan benih yang akan dibesarkan sampai ukuran konsumsi. Pada umumnya Kendala pembenihan gurami di kolam adalah tingginya tingkat mortalitas, terutama dari larva hasil tetasan sampai benih ukuran 1 cm. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan penerapan teknik memelihara benih kecil (larva) dengan menggunakan akuarium, bak semen atau paso seperti halnya pada ikan hias. Dengan teknik ini maka semua tahap pembenihan mulai dari penetasan telur sampai pendederan benih dapat dikontrol secara efektif. Penggunan air dengan kualitas yang baik menjadi penunjang keberhasilan pembenihan gurami.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam usaha pembenihan khususnya ikan Gurame adalah sebagai berikut:

1. Persiapan Kolam Pemijahan
Persiapan kolam untuk pemijahan induk ikan gurami meliputi :
a. Pengeringan kolam
Sebelum dilakukan pemijahan kolam perlu dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan kolam pemijahan sebaiknya dilakukan selama 2 – 3 hari. Adapun maksud dan tujuan dari pada  pengeringan kolam ini adalah untuk:
1. Membunuh hama dan sumber penyakit yang terdapat pada kolam.
2. Menghilangkan nitrit yang ada di dasar kolam,
3. Memberikan suasana baru bagi induk ikan gurami yang akan dipijahkan, karena tanah yang kering akan memiliki bau yang khas saat terendam air yang akan merangsang induk ikan untuk memijah, dan  menumbuhkan kelekap (plankton) di pinggir-pinggir kolam sebagai persediaan pakan bagi induk gurami, dan induk siap dimasukkan ke kolam pemijahan.

b. Pembersihan
Sebelum pemijahan dilakukan Kolam juga perlu dilakukan Pembersihan termasuk pada pematang yang dimulai dari rumput-rumput liar agar tidak dijadikan tempat penempelan sarang telur oleh induk gurami atau tempat persembunyian hama pengganggu dan juga supaya bersih dari gangguan hama penyakit.

c. Pengisian air kolam
Pengisian air kolam ini dilakukan dengan ketinggian 70 – 100 cm, sehingga gurami memerlukan perairan yang airnya relatif dalam bagi pergerakannya tersebut.

d. Memasang kerangka sarang dan bahan pembentuk sarang,
Memasang kerangka sarang dan bahan pembentuk sarang serta tidak jauh dari sosog, dibuat para-para dari bambu untuk meletakkan ijuk, sabut kelapa atau bahan sejenis yang dapat dijadikan sarang oleh induk gurami untuk memudahkan induk gurami membuat sarang dan meletakkan telur.

2. Seleksi Induk
Gurami yang akan dijadikan induk berumur kurang lebih 4 tahun dengan berat 2 – 3 kg untuk jantan, dan umur minimal 3 tahun dengan berat 2 – 2,5 kg untuk betina Masa produksi optimal induk betina berlangsung selama 5 – 7 tahun.

Ciri-ciri fisik induk jantan dan betina pada ikan gurami :
a. Induk gurami jantan : dahi menonjol (nonong), dagu tebal (lebih menonjol), perut meruncing, susunan sisik normal (rebah) gerakan lincah.
b. Induk gurami betina : dahi lebih rata (tidak ada tonjolan), dagu tidak menebal, perut membundar, susunan sisik agak terbuka, gerakan agak lamban.

Kriteria kualitatif
a. Warna : badan berwarna kecoklatan dan bagian perut berwarna putih keperakan atau kekuning-kuningan.
b. Bentuk tubuh : pipih vertikal.
c. Asal : hasil pembesaran benih sebar yang berasal dari induk ikan kelas induk dasar.
d. Kesehatan : anggota atau organ tubuh lengkap, tubuh tidak cacat dan tidak ada kelainan bentuk, alat kelamin tidak cacat (rusak), tubuh bebas dari jasad patogen, insang bersih, tubuh tidak bengkak/memar dan tidak berlumut, tutup insang normal dan tubuh berlendir

Kriteria kuantitatif
a. Umur : Jantan (24-30 bulan) dan betina (30-36 bulan)
b. Panjang standar : jantan (30-35 cm) dan betina (30-35 cm)
c. Bobot badan : jantan (1,5-2,0 kg)dan betina (2,0-2,5 kg)
d. Fekunditas : 1.500-2.500 butir/kg (betina)
e. Diameter telur : 1,4-1,9 mm (betina)

3. Pemijahan
Induk dapat dipelihara pada kolam tembok/ tanah, baik secara massal maupun berpasangan dengan sistem sekat. Kolam pemeliharaan induk sekaligus berfungsi untuk kolam pemijahan dengan kepadatan penebaran 1 ekor/m2. Untuk kegiatan pemijahan dapat menggunakan perbandingan induk jantan : betina = 1 : 3-4.
Pakan yang diberikan berupa pelet terapung (kadar protein ± 28% sebanyak 2% biomass/hari dan daun sente/talas sebanyak 5% bobot biomass/hari.
Untuk memudahkan induk jantan membangun sarang, kolam induk diberi tempat dan bahan sarang.
Tempat sarang berupa keranjang plastik bulat diameter 20-25 cm atau tempat lain yang serupa yang ditempatkan pada kedalaman 10-15 cm dibawah permukaan air. Induk jantan akan mencari tempat yang aman dan tenang untuk membuat sarang sebagai tempat menyimpan telur, dengan memungut bahan sarang (ijuk, sabut kelapa dll) yang telah dipersiapkan di atas permukaan kolam.

Sarang yang telah berisi telur dapat ditandai bila pada permukaan air di atas sarang terdapat lapisan minyak. Lapisan minyak tersebut berasal dari telur-telur yang pecah. Selain itu sarang yang telah berisi telur biasanya tertutup bahan sarang ( ijuk ) yang dibuat oleh induk jantan, dan induk jantan akan menjaga sarang tersebut. Sarang yang telah berisi telur dipindahkan ke dalam waskom atau ember untuk diambil telurnya dan selanjutnya memindahkan telur ke tempat penetasan.

4. Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva
Bila sudah dipastikan bahwa sarang sudah berisi telur, maka sarang dapat dipanen untuk dipindahkan ke tempat penetasan telur. Panen dilakukan dengan mengangkat sarang secara hati-hati ke dalam ember yang berisi air kolam. Penggunaan air kolam dimaksudkan agar kondisi air tidak berubah (sama) untuk mengurangi kematian telur.

Untuk membedakan telur yang hidup dan mati dapat dilihat dari warnanya. Telur yang hidup berwarna kuning cerah bening atau transparan, telur yag mati/rusak berwarna kusam, kuning muda agak keputih-putihan.
Telur mengalami kematian karena tidak dibuahi. Telur tersebut dengan cepat diserang cendawan berwarna putih yang disebut Saprolegnia. Setelah terserang, telur mati akan membusuk dan akan mengganggu perkembangan telur yang hidup.
Wadah penetasan yang digunakan bisa berupa bak-bak atau ember plastik, paso, atau akuarium. Kepadatan telur 150-175 butir per liter. Wadah penetasan ini telah dipersiapkan 1-2 hari sebelumnya dengan diisi air kolam dan air bersih. Ketinggian air disarankan sekitar 20 cm, kemudian diberi larutan methylene blue sebanyak 1 cc/ liter untuk mensucihamakan air di wadah penetasan. Sehari sebelum telur dimasukkan, air dalam bak penetasan diaerasi terlebih dahulu agar cukup mengandung oksigen. Telur akan menetas dalam waktu 30 – 36 jam.
Setelah telur menetas, terbentuk larva yang masih mempunyai kantong kuning telur. Kuning telur akan habis 10 - 12 hari kemudian dan pada saat itulah larva mulai membutuhkan pakan yang disesuaikan dengan bukaan mulut ikan..
Fitoplankton dan zooplankton merupakan pakan alami yang dapat diperoleh dengan cara memupuk kolam dengan pupuk kandang, misalnya kotoran ayam pedaging. Pakan selanjutnya yang diberikan pada larva adalah cacing sutera, dapat pula diberikan pelet yang dihaluskan, agar ukurannya sesuai dengan bukaan mulut ikan


5. Parameter Kualitas Air
Dalam SNI : 01-6485.3-2000 tentang Produksi Benih Ikan Gurami Kelas Benih Sebar disebutkan bahwa kualitas air media untuk :
a. Media pemijahan
1. Suhu : 25ºC - 30ºC
2. Nilai pH : 6,5 – 8,0
3. Laju pergantian air : 10 % - 15 % per hari

b. Media penetasan telur
1. Suhu : 29ºC - 30ºC
2. Nilai pH : 6,7 – 8,6
3. Waktu penetasan telur : 36 – 48 jam
4. Ketinggian air : 15 cm – 20 cm

c. Media pemeliharaan larva
1. Suhu : 29ºC - 30ºC
2. Nilai pH : 6,5 – 8,0
3. Ketinggian air : 15 cm – 20 cm

d. Media Pendederan Benih
1. Suhu : 25ºC - 30ºC
2. Nilai pH : 6,5 – 8,5
3. Ketinggian air : 40 cm – 60 cm
4. Kecerahan : > 30 cm


Demikian sampai disini dulu dan jika anda ingin lebih jelas lagi mengenai pembenihan ikan Gurami ini, maka jangan lupa kunjungi disinidan jika itu penting silahkan download disini.
mungkin anda juga ingin mengetahui tentang Budidaya perikanan silahkan kunjngi disini


sampai disini dulu semoga bermanfaat

Pembenihan Ikan Gurami Rating: 4.5 Diposkan Oleh: RUSTADI MM

42 komentar:

  1. terimakasih pak penyuluh sangat menarik sekali informasinya menambah wawasan saya dari awal hingga akhir di kupas secara mendetail cara pembenihan ikan gurami ini

    ReplyDelete
  2. ikan gurami ini salah satu ikan kesukaan kesukaanku, apalagi kalo digoreng agak kering.... belajar untuk beternak ikan gurami di sini..siapa tahu bisa berhasil....salam :-)

    ReplyDelete
  3. ternyata harus teliti juga ya, suhu dan ph harus diperhatikan juga.

    ReplyDelete
  4. bagus sekali nih pak penyuluhannya, semoga bermanfaat bagi para petani ikan gurami yagn sekarang mempunyai nilai ekonomis tinggi

    ReplyDelete
  5. pertamaxxx mas....
    keren nih triknya, lengkap sekali mas, terimaksih banyak sudah berbagi upaya ini bisa dijadikan usaha sampingan nih.

    ReplyDelete
  6. bisa dijadikan referensi untuk usaha sampingan mas, terimaksih sudah berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan sampingan dong mas, usaha beneran gitu biar hasilnya oke

      Delete
  7. ilmunya berguna banget nih kang untuk tambahan peternak gurame didesa cilembu...makasih banyak ya kang.

    ReplyDelete
  8. kalo dibakar kayanya enak tuh :D wkwkw

    ReplyDelete
  9. wawasan yang sangat bermanfaat bagi yg ingin melakukan ternak ikan gurami. harga ikan gurami memang lumayan tinggi, sehingga potensi ternak ikan ini juga menguntungkan.

    ReplyDelete
  10. Wah bisa nambah ilmu nih mas...makasih tipsnya

    ReplyDelete
  11. di awal , bahas makanan , gurame goreng , aduh malem malem gini jadi lapar hi hi hi , trimakasih informasinya gan :)
    salam blogger

    www.caturekodua.blogspot.com

    ReplyDelete
  12. saya paling suka mas PP makan ikan gurami bakar bikin nafsu makan saya bertambah hehe...

    ReplyDelete
  13. udah enak gurih lagi
    itulah ikan gurami
    yg sering aku beli

    hehe

    ReplyDelete
  14. bisa dipraktekin, ikan ini sangat nikmat

    ReplyDelete
  15. selain mudah perawatannya, ikan gurami termasuk salah satu ikan terfavorit di sejumlah rumah makan. termasuk saya penggemar berat ikan gurami

    ReplyDelete
  16. bagus juga ini pak buat lahan bisnis yg menjanjikan

    ReplyDelete
  17. Pastinya sangat berguna ya masbuat info ini..khususnya buat para nelayan
    Trima kasih sdh berbagi :)

    ReplyDelete
  18. wah kayaknya susah juga yah butuh persiapan yang matang untuk budidaya ikan gurame ini, makasih infonya mas PP :)

    ReplyDelete
  19. ikan gurami sama ikan nila? beda ya pak PP? hehehe,,,,,

    ReplyDelete
  20. teman2 kuliah saya juga banyak yang membudidayakan ikan gurame karena selain menghasilkan juga mudah dalam membudi dayakan nya

    ReplyDelete
  21. bisnis yang mudah dan sangat menjanjikan

    ReplyDelete
  22. musti telaten ya kalo miara ikan gurami, tp dagingnya enak tuh...

    ReplyDelete
  23. done follow sini no. 1500
    sudilah kiranya follow me back yea..
    he2.. salam kenal.. keep in touch yea..=)

    http://tengkubutang@gmail.com/

    dan my 2nd blog
    http://kucenkucenbelog.blogspot.com/

    ReplyDelete
  24. baru tahu nama ikan ini



    http://www.noormalashahar.com

    ReplyDelete
  25. apa gurami masih saudaraan sama ikan sepat pak?

    ReplyDelete
  26. Jadi ingat dulu pernah nyoba usaha seperti ini, pembesaran dari benih sampai ukuran korek, kerja sama dgn. pemilik kolam ikan di Parung, Bogor.
    Sayangnya, belum ngerasain panen, ada banjir besar, hampir semuanya hanyut. Sudah dipasang jaring di atas kolam, benih2 ikan sudah terlanjur banyak yang hanyut. Belum rezeki kali ya Pak, kita rugi banyak di sini.

    www.1sthappyfamily.com

    ReplyDelete
  27. Assalamualaikum... lama sekali tidak mampir kesini, hehe... maaf yahh... semoga adminnya sedang dalam keadaan sehat :D

    bicara tentang gurame, saya suka sekali ikan gurame bakar, :) *ehh nggak ada yang tanya ya, hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya yg nanya kok mbak Dee... :)
      Dan emang dagingnya enak banget ya kalo di jadiin ikan bakar...

      Delete
  28. hadir kembali menikmati ikan gurami :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekalian ngajak mas adminnya ngopi kan bang :)

      Delete
  29. aku pengen punya kolamnya terus didalamnya ada ikan gurami , jadi kalau mau goreng dijaring dulu ikannya pasti enak dan segar

    ReplyDelete
  30. ikan gurame dan ikan mujaer kayakx sama ya pak..?? *smile

    ReplyDelete
  31. Ikan gurami adalah jenis ikan air tawar yg harganya lumayan mahal dibandingkan dg ikan lain. Kok bisa y...?

    ReplyDelete
  32. INFO YANG BAGUS


    http://www.noormalashahar.com

    ReplyDelete
  33. Ikan Gurami, kalau di Malaysia ikan ini dikenali sebagai ikan Talapia. Boleh tahan juga harganya per kilo sekarang- semenjak kempen memakan ikan sungai di perkenalkan. Senang sekali membaca postingan ini PI. Sukses selalu ya.

    ReplyDelete

Komentar anda sangat bermanfaat