Tuesday, April 11, 2017

Cara Budidaya Cacing Sutera Yang Baik


Bagi pembudidaya ikan khususnya yang berkecimpung di bidang pembenihan cacing sutera ini merupakan pakan alami yang sangat dibutuhkan, terutama pada saat kondisi ikan masih sangan kecil yaitu  pada fase awal (larva). Pemberikan pakan alami dengan menggunakan Cacing sutera ini sangat baik karena cacing ini memiliki kandungan nutrisi seperti (protein 57% dan lemak 13%) sehingga untuk pertumbuhan kondisi ikan yang masih kecil dalam bentuk larva ini sangat cocok dan baik mengingat ukurannya sesuai dengan bukaan mulut larva, disamping itu harganya lebih murah dibanding artemia.

Pada umumnya para pembudidaya ikan melalui usaha pembenihan ini masih mengandalkan pencarian tangkapan alam yaitu dari parit saluran air yang banyak mengandung bahan organik sisa limbah pasar atau limbah rumah tangga yang mengalir di saluran pembuangan. Permasalahannya adalah cacing sutra di alam tidak selalu tersedia sepanjang tahun, terutama pada saat musim penghujan, dimana pada saat itu kegiatan pembenihan lele/patin/gurame/ikan lainnya banyak dilakukan.
Usaha dengan melakukan Budidaya Cacing sutera sangat baik untuk dilakukan terutama bagi daerah yang berada diluar pulau Jawa seperi Sumatera, Kalimantan atau daerah lainnya yang banyak melakukan kegiatan pembenihan dan pembesaran, tetapi sulit memperoleh cacing sutera, maka budidaya ini perlu menjadi salah satu alternatip dan menjadi solusi yang sudah selayaknya untuk dilakukan.

Cacing sutera ini dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan nama cacing rambut karena ukurannya memang sangat kecil seukuran rambut dan berwarna kemerahan dengan panjang sekitar 1-3 cm. Hingga sampai saat ini budidaya ikan semakin berkembang dimana mana di seluruh wilyah Indonesia mulai dari pelosok hingga perkotaan, Namun kebutuhan terhadap pakan alami masih menjadi kendala dan merupakan salah satu masalah yang menjadi perhatian secara khusus terutam mereka yang begerak di bidang ini. Salah satu pakan yang menjadi kebutuhan bagi kegiatan budidaya khususnya pembenihan adalah pakan alami dan yang paling banyak digunakan maupun diperjual belikan adalah cacing rambut atau cacing sutera.

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi anda yang memang bergerak dibidang ini perlu melakukanya.

Klasifikasi Cacing Sutra ( Cacing Rambut)
dibawah ini adalah klasifikasi dari cacing sutra :
®  Filum : Annelida
®  Kelas : Oligochaeta
®  Ordo : Haplotaxida
®  Famili : Tubifisidae
®  Genus : Tubifex
®  Spesies : Tubifex sp.

Syarat Hidup Cacing Sutra
Cacing sutera yang dikenal sebagai cacing rambut ini dapat hidup pada subtrat lumpur dengan kedalaman antara 0 – 4 cm. pada prinsipnya Sama dengan hewan air lainnya, namun dalam kehidupannya cacing sutera ini senang dengan air, dan air memiliki peranan dan fungsi yang sangat penting untuk hidup tumbuh berkembang dengan baik diperlukan kwalitas air yang sesuai yaitu:
1.    pada pH : 5. 5 – 8. 0
2.    Suhu yang baik antara: 25 – 28 c
3.    DO( oksigen terlarut ) : 2, 5 – 7, 0 ppm
4.    Untuk kebutuhan jumlah debit air secukupnya dan tidak terlalu besar mengingat cacing ini sangat kecil.

Cacing sutra tergolong hewan hermaprodit yang berkembang biak melalui telur dengan pembuahan secara eksternal. telur yang dibuahi oleh jantan akan membelah jadi dua sebelum saat menetas.


Langkah Kerja Yang Baik Dalam Teknik Budidaya Cacing Sutra
Persiapan Bibit Cacing Sutra
Bagi anda yang ingin melakukan budidaya ini pengadaannya bibit cacing dapat dibeli di toko ikan hias kalau tidak kita juga bisa mengambilnya dari  alam dengan catatan yaitu bibit cacing tersebut harus di karantinakan terlebih dahulu karena dikhawatirkan bisa membawa bakteri patogen. caranya yaitu Cacing dikarantina 2-3 hari dengan cara dialiri air bersih dengan debit yang kecil dan memiliki kandungan oksigen yang cukup, sehingga dengan sistim ini kondisi kesehatan cacing akan terpelihara dan jauh dari bakteri patogen yang sangat membahayakan bagi ikan yang memakannya.

Persiapan Media Tumbuh Cacing Sutra
Media tumbuh dapat dilakukan dengan cara membuat kubangan lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter yang dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Setiap kubangan dibuat petakan petakan kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi bedengan atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm. Atau wadah budidaya dapat dibuat dari bahan terpal.

Pemupukan
Sama seperti pada budidaya lainnya agar pertumbuhan cacing ini baik dan normal perlu dilakukan pemupukan. caranya yatitu Lahan di pupuk dengan dedak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/ M2 untuk sumber makanan cacing. Cacing sutra sangat menyukai bahan organik sebagai bahan makanannya.

Cara pembuatan pupuk :

  1. cara yang dilakukan dalam pembuatannya yaitu kita Siapkan kotoran ayam, lalu kotoran tersebut dijemur sekitar 6 jam tujuannya yaitu agar kotoran tersebut itu kering sehingga gas beracun yang ada dalam kotoran yang mungkin berbahaya itu dapat lenyap dan hilang karena menguap.
  2. Sebaiknya Siapkan bakteri EM4 atau fermentor lainnya untuk fermentasi kotoran ayam tersebut. Fermentor ini dapat anda beli dan banyak terdapat di toko Saprodi pertanian, perikanan, dan peternakan.
  3. lalu Aktifkan bakterinya yaitu dengan cara menambahkan ¼ sendok makan gula pasir + 4ml EM4 + dalam 300 ml air setelah itu didiamkan sejenak sekitar kurang lebih 2 jam.
  4. Campur cairan itu ke 10 kg kotoran ayam yang sudah di jemur tadi, aduk hingga rata.
  5. Selanjutnya masukkan ke wadah yang tertutup rapat selama 5 hari maksudnya agar kotoran ayam dapat terfermentasi secara baik dan hasilnya sempurna.
Lakukan Fermentasi
Fermentasi ini dilakukan dengan tujuan untuk menaikkan kandungan unsur N-organik dan C-organik hingga 2 kali lipat. Caranya adalah lahan direndam dengan air setinggi 5 cm selama 3-4 hari.
Proses Penebaran Bibit
Supaya hasilnya bagus bibit cacing sutera ini ditebarkan secara merata. Diusahakan selama proses budidaya lahan dialiri air dengan debit 2-5 Liter/detik (arus lamban)
Cara Pemeliharaan cacing sutera yang baik.
Budidaya ini bisa saja dilakukan oleh siapa saja namun dengan menggunakan sistim budidaya agar usaha budidaya cacing ini menghasilkan produk yang bermutu dan bagus sehingga jauh dari hama maupun penyakit, dan bebas bakteri patogen maka untuk Lahan perlu ada lahan uji coba.

  1. lahan uji coba berupa kolam tanah/terpal berukuran 8 x 1,5m dengan kedalaman 30 cm.
  2. Dasar kolam uji coba ini hanya diisi dengan sedikit lumpur (gunakan lumpur bebas limbah kimia).
  3. Apabila matahari cukup terik, jemur kolam minimum sehari. Bersamaan dengan itu, kolam dibersihkan dari rumput atau hewan lain yang berpotensi menjadi hama bagi cacing sutra, seperti keong mas atau kijing.
  4. Pipa Air Keluar (Pipa Pengeluaran/Outlet)dicek kekuatannya dan pastikan berfungsi dengan baik.Pipa Pengeluaran ini sebaiknya terbuat dari bahan paralon berdiameter 2 inci dengan panjangsekitar 15 cm.
  5. Usai pengeringan dan penjemuran, usahakan kondisi dasar kolam bebas dari bebatuan danbenda-benda keras lainnya. Hendaknya konstruksi tanah dasar kolam relatif datar atau tidak bergelombang.
  6. Dasar kolam diisi dengan lumpur halus yang berasal dari saluran atau kolam yang dianggap banyak mengandung bahan organik hingga ketebalan dasar lumpur mencapai 10 cm.
  7. Tanah dasar yang sudah ditambahi lumpur diratakan, sehingga benar-benar terlihat rata dantidak terdapat lumpur yang keras.
  8. Untuk memastikannya, gunakan aliran air sebagai pengukur kedataran permukaan lumpur tersebut. Jika kondisinya benar-benar rata, berarti kedalaman air akan terlihat sama di semuabagian.
  9. Masukkan kotoran ayam kering sebanyak tiga karung ukuran kemasan pakan ikan, kemudiansebar secara merata dan selanjutnya bisa diaduk-aduk dengan kaki.
  10. Setelah dianggap datar, genangi kolam tersebut hingga kedalaman air maksimum 5 cm, sesuaipanjang pipa pembuangan.
  11. Pasang atap peneduh untuk mencegah tumbuhnya lumut di kolam.
  12. Kolam yang sudah tergenang air tersebut dibiarkan selama satu minggu agar gas yang dihasilkan dari kotoran ayam hilang. Cirinya, media sudah tidak beraroma busuk lagi.
  13. Tebarkan 0,5 liter gumpalan cacing sutra dengan cara menyiramnya terlebih dahulu di dalambaskom agar gumpalannya buyar.
  14. Cacing sutra yang sudah terurai ini kemudian ditebarkan di kolam budi daya ke seluruhpermukaan kolam secara merata.
  15. Seterusnya atur aliran air dengan pipa paralon berukuran 2/3 inci.
Pakan Cacing Sutra
Karena cacing sutra termasuk makhluk hidup, tentunya cacing sutra tersebut juga membutuhkan makan. Makanannya adalah bahan organik yang bercampur dengan lumpur atau sedimen di dasar perairan. Cara makan cacing sutra adalah dengan cara menelan makanan bersama sedimennya dan karena cacing sutra mempunyai mekanisme yang dapat memisahkan sedimen dan makanan yang mereka butuhkan. Jadi kita juga harus menyediakan makanannya tersebut.

Cara panen yang baik pada Cacing Sutra
waktu diperlukan untuk melakukan panen cacing sutera dalam usaha ini dilakukan setelah budidaya berlangsung beberapa minggu dan berturut-turut bahkan panen bisa dilakukan setiap dua minggu sekali. Cara pemanenan cacing sutera dapat dilakunan dengan menggunakan serok tapi yang bahannya halus/lembut. Cacing sutera yang didapat dan masih bercampur dengan media budidaya dimasukkan kedalam ember atau bak yang diisi air, kira –kira 1 cm diatas media budidaya agar cacing sutera atau cacing rambut naik ke permukaan media budidaya. caranya yatitu Ember ditutup hingga bagian dalam menjadi gelap dan dibiarkan selama enam jam. Setelah enam jam, cacing rambut yang menggerombol diatas media diambil dengan tangan. Dengan cara ini didapat cacing sutera sebanyak 30 – 50 gram/m2 per dua minggu. Kemudian jika anda ingin melakukan sistim panen ini dapatberkesinambungan sebaiknya perlu dirancang sedemikian rupa sehingga panjang parit perlu diatur agar bisa memenuhi keperluan yang diharapkan untuk setiap harinya.
Nah saya rasa tidak juga terlalu sulit jika anda ingin melakukan budidayanya dan ini sangat baik bagi anda yang memang memiliki kegiatan khususnya dalam usaha budidaya perikanan dibidang pembenihan,
selamat mencoba semoga kesuksesan akan selalu meyertai anda.

Terima kasih atas kunjungannya





Sumber referensi:
Direktrat Jenderal Perikanan Budidaya
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Menara 165 Jl. TB Simatupang Kav. 1, Lt. 23, Cilandak - Jakarta Selatan

Cara Budidaya Cacing Sutera Yang Baik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: RUSTADI MM

76 komentar:

  1. Informasi menarik tentang cacing sutera dan pembudayaannya, Sob. Jika pembudidayaan cacing ini sukses, tentu tidak akan sulit lagi menemukan pakan alami untuk ikan piaraan kita.

    Terima kasih, Sob.

    ReplyDelete
    Replies
    1. walau lihat cacing itu terasa jijik
      tapi ternyata sangat menarik

      Delete
  2. saya minat Gan,,, semoga nanti kepengenan saya ini bisa terwujud.. :-) aamiin

    ReplyDelete
  3. ini artikel yang bermanfaat bagi para penggiat cacing sutera atau bagi yang mau terjun ke ternak cacing sutera.
    betul betul penyuluhan yang bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mas Agus,ternyata cacing bisa dijadikan alternatif usaha yang sangat menjanjikan,,,,yang penting ada kemauan dan niat yang kuat,,,,

      Delete
  4. Saya kira hanya ulat sutera saja yg diternak. Tapi ternyata ada juga cacing sutera dan banyak juga jenis2nya yang sangat penting bagi pertumbuhan ikan yg masih kecil.

    Sangat menambah ilmu pengetahuan bagi saya dan juga menambah wawasan para petani ikan.

    Makasih sharingnya yg sangat bermanfaat mas Penyuluh Perikanan ^^

    ReplyDelete
  5. Oohh ternyata ikan itu makan cacing ya pak???

    ReplyDelete
  6. Wah baru denger ada cacing sutera mas..ini buat pakan ikan ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mas Virlyz suka bisa juga dimakan mas hahaha

      Delete
    2. Di oplos pke madu sesendok ya kang

      Delete
  7. Alternatif lain untuk mendapat penghasilan tambahan bisa dg cara ini
    Great post mas :)

    ReplyDelete
  8. baru kenal disini tentang cacing sutra
    pasti sangat menambah bila di budi daya

    pengen mencoba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Ayu ndak takut sama cacing ya hehe :)

      Delete
    2. rasanya kayak di gelitikin mas PP ya mbak :)

      Delete
  9. Artikel yang sangat bermanfaat ditambah dengan penjelasannya yg cukup mendetail tentunya sangat membantu sobat-sobat blogger yang berminat atau yang sudah berkecimpung di bidang budidaya ikan untuk mencoba mempraktekan cara yg sudah dipaparkan mas PP :)

    ReplyDelete
  10. Artikel yang sangat lengkap, informatif, edukatif dan terstruktur rapi mas, hingga mudah untuk dilaksanakan/dipraktekan. Great job mas. Thanks for share.

    ReplyDelete
  11. Saya sangat tertarik dengan artikel ini, cuma tidak ada foto cacing sutra yang kelihatan jelas karena saya ingin tahu pasti seperti apa bentuk cacing sutra ini. Terus, bagaimana dengan bentuknya kalau tidak segera di panen, tetap begitu atau semakin besar..

    Di Papua saya belum pernah dengar pakan cacing sutra, yang ada pakan pelet tapi kurang tahu pasti ya... mungkin ada yang terlewatkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener kata Shabat @Hasri Yani gak ada foto
      Cacing nya tapi menarik deh artikelnya suer

      Delete
  12. Baru dengar mas ada cacing sutera ketinggalan dong saya...tapi emang di daerah pesisir pantai tempat saya..orang2 yang memelihara ikan lebih praktis beli mungkin ya

    ReplyDelete
  13. Baru tahu loh kalau makanan ikan yang biasa saya beli namanya cacing sutera, taunya beli cacing buat makan ikan saja :D hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti apa bentuk cacing sutra, apa seperti cacing halus yang ada ditempat sampah itu yah ?
      Saya penasaran sekali...

      Delete
    2. Bukan tempat sampah loh, mungkin maksudnya di parit2 kecil ya? biasanya ada juga tuh cacing2 halus, itu juga pakan ikan alternatif gratis tanpa beli :D

      Delete
  14. Artikelnya lengkap dan pasti sangat membantu siapa saja yang tertarik pada budi daya cacing rambut.

    www.1sthappyfamily.com

    ReplyDelete
  15. walaupun menjijikan, tp ada nilai rupiahnya.

    ReplyDelete
  16. Artikel yang sungguh luar biasa, ini sangat membantu sekali buat kami yang saat ini sedang mengembangkan budidaya ikan lele, salam sukses untuk teman-teman penyuluh perikanan.

    ReplyDelete
  17. Salam Gan,,

    Saya baru dengar tentang cacing ini,Dan mungkin ada cacing jenis lainnya dari cacing yang saya kurang tahu.

    Artikel anda sangat membantu mereka yang yang bergerak di bidang peternakan ikan.

    Kalau untuk Daerah Papua belum ada yang pernah saya lihat membudidayakan Cacing ini untuk Pakan Ikan Kecil mereka.
    Padahal Peternak Ikan disini banyak.

    Terutama di Jayapura,Masyarakat yang tinggal di sekitaran Danau Sentani Hampir semuanya memiliki Keramba,Dengan Jenis Ikan Ternak yang beragam.

    Nice Posting Gan! Sukses Buat Anda.

    http://jurnallogistik.com

    ReplyDelete
  18. di makassar cacing sutra sedang naik pamor dan ikutan naik harganya :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Hari, ternyata di Makasar juga banyak juga yah
      Yang membudidayakan Cacing sutra ini, ngetren juga
      yah di daerah saya malah baru denger nih Mas?

      Delete
    2. ternyata dimana-mana yah sudah ada cacing sutera,,,sampai makasar pula ,succes Mas Hariyanto

      Delete
    3. iya...baru setahun belakangan ini cacing sutra ini naik pamor :-)

      Delete
    4. Di makasar daerah mananya yg jual cacing sutra mas mas,tolong bantu yah.. Saya minta alamat nya di makasar nyah

      Delete
  19. Keren nie Om cacing suteranya. Pembuatan pakan sendiri untuk ternak memang sangat diperlukan untuk menghemat biaya operasional dan tentunya memaksimalkan keuntungan ya Om ? hehe

    ReplyDelete
  20. artikel yang tersaji diblog ini memang luar biasa, dan sangat dicari oleh para pembudidaya apapun yang berhubungan dengan pertanian, dan peternakan, untuk kali ini berguna dan dicari oleh pembudidaya cacing sutera....keren banget kang....jempol untuk share nya

    ReplyDelete
  21. terbayang cacing sutra
    akupun kembali dengan bahagia

    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahagia bercampur geli ya mbak hehe :)

      Delete
  22. Mantap gan infonya... Jadinya pengen budidaya cacing sutra nih, soalnya saya beli trus buat makanan ikan cupang koleksi saya,.. nice gan.. ditunggu kunjungan baliknya ...

    ReplyDelete
  23. Ternyata cacing untuk pakan ikan pun banyak jenisnya ya mas? Baru tau saya. Trims ilmunya.

    ReplyDelete
  24. Ijin simak Mas PP. Banyak pengetahuan tentang cacaing nih
    Bisa menambah wawasan saya tentunya, ternyata cacing juga
    Banyak nama dan jenis nya yah Mas, salam sukses Mas :)

    ReplyDelete
  25. jujur aja ni.., sy ni baru tau lho klo ada yg namax cacing sutera, cz selama ini jg yg ada itu ulat sutera.., makasih ilmux pak *smile

    ReplyDelete
  26. Masih penasaran sama budi daya cacing suteranta di sini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga baru tahu mas Budi dengan yang namanya cacing sutera hehe,,,,

      Delete
    2. Kalo balon merk sutera..mesti kang dede langsung paham :)

      Delete
  27. wah ada juga ya cacing sutra.........

    ReplyDelete
  28. wah, ini bisa jd bisnis yg menjanjikan sob

    ReplyDelete
  29. bersilaturahmi saat malam menjelang, sambil m'baca-baca lagi budidaya cacing sutera

    ReplyDelete
  30. Selamat pagia dan selamat beraktifitas mas PP...
    Kembali hadir lagi disini turut meramaikan suasana, ditunggu postingan terbarunya ya :)

    ReplyDelete
  31. sy hadir lg pak untuk tebar pesona :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga mau tebar pesona... xixixi....

      Delete
    2. Mas Rohis..sukanya smile sama nebar nebar ya :)

      Delete
  32. Baru tau dan dengar nih Cacing sutera Teman.
    Ikut nyimak artikelnya ya

    ReplyDelete
  33. Keren infonya, sangat menarik :)
    aldirahmanuntoro.blogspot.com

    ReplyDelete
  34. Blog anda keren Salam kenal saya Indahrazanah@student.ipb.ac.id

    ReplyDelete
  35. BLog anda bagus sekali, Saya Indahrazanah@student.ipb.ac.id

    ReplyDelete
  36. Assalamua'alaikum,,,,apa kabar kawan lama saya tak kunjung,biasa habis smedi dulu di DUTA,hehe,dan skrng mulai lagi melanglang DUMAY lagi hehe
    BTW jadi nambah ilmu nih setelah membaca tentang cacing sutera,karena sebelumnya tidak pernah tahu dengan yang namanya cacing sutera,ok kawan salam succes selalu,,,,,

    ReplyDelete
  37. Lama tidak mampir kesini, banyak artikel menarik yang terlewatkan, semoga sehat selalu buat sobat admin

    ReplyDelete
  38. Wah lama tidak mampir kesini, banyak hala menarik yg terlewatkan, semoga sehat selalu buat sobat adminnya

    ReplyDelete
  39. bermanfaat sekali pak, boleh dicoba, pmaparannya lengkap

    ReplyDelete
  40. Datang lagi Mas PP Saya di artikel bermanfaat tentang budidaya
    Cacing sutra. mantep artikelnya Mas PP Sampai sobat blogging semua pada anthosias dengan Cacing hhehehe salam sukses Mas

    ReplyDelete
  41. Saya sendiri sering mendengar nama cacing ini, bahkan melihat langsung orang mencari cacing ini. tetapi sy sndiri blm pernah melihat dari dekat bentuk cacing ini, krn td link foto cacing masih kurang jelas. Tapi artikel ini sangat menarik untuk menambah pengetahuan sypribadi.
    terima ksh...

    ReplyDelete
  42. sesuai dengan bentuknya cacingnya pun mendapatkan nama sutra,,,,
    boleh mencoba membudidayakan nieh
    di kampung saya beluum ada

    ReplyDelete
  43. banyak sekali orang yang mencari cacing ini, karena cacing ini biasa nya buat makanan ikan hias ya sob?

    ReplyDelete
  44. kaya nya bisa dijadiin referensi nih usaha nya :D

    ReplyDelete
  45. sy hadir lg tebar pesona part II hehe.., sdh ganti template rupax ni pak., smg dgn tampilan baru bs lebh joss lg ni *smile

    ReplyDelete
  46. Blognya bagus sekali, mas. Banyak ilmu bermanfaat disini rupanya.
    Ini kunjungan perdana saya nih. Salam kenal dari kami di PenerjemahOnline.Com ya mas :)

    ReplyDelete
  47. Saya mau coba ternak tapi blum paham juga caranya walapun sudah baca atikel ini .

    ReplyDelete
  48. Pssst..Greetings wit headache & shaka shaka...cheers my friend ,Hik hik hik

    ReplyDelete

Komentar anda sangat bermanfaat