Monday, April 10, 2017

Zonasi Kawasan Konservasi Perairan


Zonasi kawasan konservasi perairan dilakukan sebagai upaya penataan kawasan berdasarkan fungsi dengan mempertimbangkan potensi sumber daya, daya dukung, dan proses-proses ekologis yang terjadi pada kawasan tersebut. Terdapat empat zonasi dalam kawasan konservasi perairan, yaitu : zona inti, zona perikanan berkelanjutan, zona pemanfaatan, dan zona lainnya. Dalam zonasi tersebut zona inti memiliki luasan paling sedikit 2 % dari luas kawasan.


Setiap zona yang telah ditetapkan memiliki kriteria sesuai dengan karakter fisik, bio-ekologis, kondisi sosial, ekonomi, dan budaya kawasan. Zonasi juga bermanfaat dalam mempermudah pengawasan kawasan konservasi. Kriteria masing-masing zona pada kawasan konservasi perairan adalah :

1. Kriteria Zona Inti adalah :
  • merupakan daerah pemijahan, pengasuhan dan/atau alur ruaya ikan ; 
  • merupakan habitat biota perairan tertentu yang prioritas dan khas/endemik, langka dan/atau karismatik; 
  • mempunyai keanekaragaman jenis biota perairan beserta ekosistemnya ; 
  • memiliki ciri khas ekosistem alami, dan mewakili keberadaan biota tertentu yang masih asli ; 
  • mempunyai kondisi perairan yang relatif masih asli dan tidak mau atau belum diganggu manusia ; 
  • mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin kelangsungan hidup jenis-jenis ikan tertentu untuk menunjang pengelolaan perikanan yang efektif dan menjamin berlangsungnya proses bio-ekologis secara alami ; dan 
  • mempunyai ciri khas sebagai sumber plasma nutfah bagi kawasan konservasi perairan.
Zona Inti diperuntukkan bagi : perlindungan mutlak habitat dan populasi ikan, penelitian, dan pendidikan.
 2. Kriteria Zona Perikanan Berkelanjutan adalah:
  • memiliki nilai konservasi, tetapi dapat bertoleransi dengan pemanfaatan budidaya ramah lingkungan dan penangkapan ikan dengan alat dan cara yang ramah lingkungan ; 
  • mempunyai karakteristik ekosistem yang memungkinkan untuk berbagai pemanfaatan ramah lingkungan dan mendukung perikanan berkelanjutan ; 
  • mempunyai keanekaragaman jenis biota perairan beserta ekosistemnya ; 
  • mempunyai kondisi perairan yang relatif masih baik untuk mendukung kegiatan multifungsi dengan tidak merusak ekosistem aslinya ; 
  • mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin pengelolaan budidaya ramah lingkungan, perikanan tangkap berkelanjutan, dan kegiatan sosial ekonomi dan budaya masyarakat ; dan 
  • mempunyai karakteristik potensi dan keterwakilan biota perairan bernilai ekonomi.
Zona Perikanan Berkelanjutan diperuntukkan bagi : perlindungan habitat dan populasi ikan, penangkapan ikan dengan alat tangkap dan cara yang ramah lingkungan, budidaya ramah lingkungan, dn pariwisata dan rekreasi, penelitian dan pengembangan, dan pendidikan.
3. Kriteria Zona Pemanfaatan adalah :
  • mempunyai d: aya tarik pariwisata alam berupa perairan beserta ekosistem perairan yang indah dan unik ; 
  • mempunyai luasan yang cukup untuk menjamin kelestarian potensial dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi ; 
  • mempunai karakter objek penelitian dan pendidikan yang mendukung kepentingan konservasi ; dan 
  • mempunyai kondisi erairan yang relatif masih baik untuk berbagai kegiatan pemanfaatan dengan tidak merusak ekosistem aslinya.
Zona Pemanfaatan diperuntukkan bagi : perlindungan dan pelestarian habitat dan populasi ikan, pariwisata dan rekreasi, penelitian dan pengembangan, dan pendidikan.

4. Kriteria Zona Lainnya adalah :
  • zona di luar ke tiga zona lainya, yang karena fungsi dan kondisinya ditetapkan sebagai zona tertentu ; 
  • zona ini dapat berupa zona perlindungan dan zona rehabilitas.
Sumber

Zonasi Kawasan Konservasi Perairan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: nina aysiana runny

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda sangat bermanfaat