Metode ATM dalam membangun Wira Usaha Bidang perikanan



Selamat datang dan salam sehatera untuk kita semua...
sahabat semua....yang saya hormati....
Penyuluh Perikanan._ Pada kesempatan ini kembali hadir bersama anda untuk berbagi. Postingan kali ini masih merupakan tidak lanjut pada postingan sebelumnya, yaitu mengenai Wira Usaha, Kuncisukses dalam membangun Wira usaha bidang Perikanan.



Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Untuk menjadi seorang wira Usaha bidang perikanan yang profesional diperlukan Kemampuan dan sifat dasar  yang harus dimiliki bagi Pelaku usaha. Kemampuan Dasar dan sifat yang harus dilmiliki bagi Wira usahadibidang perikanan, akan berhasil sukses jika mengetrapkan Tip sukses. Dari Rahasia Kunci sukses tersebut, maka  kesempatan kali ini saya akan membahasa tentang Kunci sukses yang pertama , yaitu Metode "ATM" amati, tiru dan Modifikasi.

Metode ATM ini merupakan Methode yang cukup praktis, selain bersifat alami namun efektif dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Bahkan Metode ini sudah berkembang cukup lama dan itu dapat dilakukan oleh berbagai kalangan Pengusa besar hingga sampai pada perusahaan yang Bonafid sekalipun.

Mengapa harus Netode ATM???
Baiklah untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian secara singkat tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerapan metode ATM.

AMATI (A)
Yang dimaksud adalah mengamati bisnis yang sukses dijalankan orang lain. Mengamati bukan dalam arti hanya melihat, akan tetapi mempelajari seluk beluk bisnisnya, menganalisis dan menyimpulkan. Bisnis yang dipilih untuk diamati tentu bisnis yang bidang dan skalanya sesuai dengan kemampuan dan kondisi kita (memungkinkan untuk dilakukan). Jauh lebih baik jika memilih bidang bisnis yang disukai, karena peluang keberhasilannya akan lebih tinggi.
Amati berarti kita benar-benar melakukan pengamatan untuk mengamati. Mengamati, juga merupakan proses dalam pembelajaran dalam Berwira usaha, yang tujuannya agar kita bisa mengambil sebuah pengalaman orang lain, yang kemudin pengalaman tersebut bisa kita serap. Nah disinilah kita dituntut untuk jeli dan pandai,  dan kecerdikan sangat dituntut pada saat melakukan Pengamatan. Sebagai Seorang pengamat yang baik adalah yang berhasil menyerap banyak hal dari obyek yang kita amati, baik berbagai kelebihannya bahkan hingga kekurangannya. Pengamatan juga seyogyanya dapat dilakukan dibeberapa tempat, Daerah, lokasi atau sasaran. Konsultasi perlu dilakukan, terlebih pada pelaku Usaha bisnis yang gagal, karena semuanya itu bertujuan agar kita memperoleh pengetahuan yang lebih Komprehensiif (lengkap).
Dalam melakukan Prinsip Pengamatan itu memang tidak mesti harus sama, namun sesuaikan dengan cara dan keahlian  yang kita miliki, karena pada prinsipnya kita memliki kelebihan gaya  masing-masing, yang  penting apa yang dilakukan dirasa efektif. Dan biasanya cara yg baik dan mudah justeru kita harus menjadi konsumen terlebih dahulu, karena dengan kita berperan menjadi konsumen justeru kita bisa konsultasi dan dialog  secara baik melalui hubungan ineteraksi yang dilakukan secara langsung, Dengan dengan demikian kita bisa belajar dan mengambil pengetahuan juga pengalaman yang dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan yang bisa menjadi bahan serta uji layak untuk keberhasilan dalam Usaha kita.

TIRU (T)
Tiru berarti kita Meniru, dan itu dilakuakan Setelah kita selesai melakukan proses pengamatan, kemudian dari hasil pengamatan tersebut ternyata  bisa menjadi bahan perbandingan, pengalaman dan pengetahuan  yang cukup. Dari pengalaman dan Pengetahuan yang cukup itulah kita sudah bisa untuk melakukan action dan langkah inilah yang bisa kita lakukan karena dapat dilakukan dengan mudah bahkan tidak banyak memakan energi dan memeras otak dalam merancang berbagai sistem dan teknis. Tiru berarti meniru dan cara inilah yang sebenarnya merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan dalam mengembangkan Usahanya.
Hal penting yang harus diperhatikan dalam  proses meniru adalah etika dan pertimbangan lainnya termasuk yuridisnya, dan  Jangan sampai terjebak dalam situasi yang berakibat buruk, melanggar etika dan hukum. Prinsip usaha, pola kerja, sistem manajemen, peralatan yang digunakan, proses produksi, standar pelayanan, strategi pemasaran, hingga mentalitas dan fighting spirit adalah hal yang dapat ditiru dan tidak beresiko berurusan dengan hukum. Jika yang ditiru adalah logo perusahaan, merek dan hal lain yang dilindungi undang-undang, tentu akan berakibat fatal.

Untuk Proses meniru dilakukan melalui  tahap perencanaan. Dari berbagai  contoh yang telah ada dalam proses  pengamatan inilah maka untuk menyusun perencanaan Usaha akan semakin mudah, kemudian untuk Langkah selanjutnya adalah melakukan tindakan nyata sesuai dengan perencanaan yang sudah disiapkan.
Metode “Amati dan Tiru”,  sangat membawa manfaat bagi Usaha yang akan kita jalankan, karena Metode ini dapat memangkas pemborosan waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk menemukan ide bisnis serta memikirkan cara kerjanya. Keuntungan lainnya adalah bidang bisnis yang diamati dan ditiru adalah bidang bisnis yang telah terbukti diterima “pasar” dan menuai sukses. Hal ini sejalan dengan salah satu prinsip dasar dalam berbisnis, yakni memilih bidang usaha yang dibutuhkan orang banyak, bukan bidang usaha yang “bisa” kita lakukan. Karena apa yang bisa kita lakukan/kerjakan belum tentu diterima “pasar” dan menuai sukses. Apalah artinya kita bisa memproduksi ikan baik melalui Pengolahan, Pembesaran, maupun memproduksi benih tetapi tidak memahami sistem pasar.

MODIFIKASI (M)
Setelah kita mengamati kemudian Meniru, itu juga belum cukup, karena ada Perbedaan baik itu kharakter, gaya, sumber daya dan kondisi.  Modifikasi ini dapat harus dilakukan  sebagai penyesuaian; modifikasi juga bertujuan untuk menutupi  kelemahan berdasarkan hasil pengamatan atau Meniru  tapi juga bisa memberi nilai tambah bagi suatu usaha. Nah Pada tahapan inilah Modifikasi diperlukan melalui kreativitas dan kejelian kita,  maksudnya agar perubahan dalam penyesuaian yang dilakukan bisa  menambah daya tarik dan efektif. Kemudian apabila dari hasil contoh Modifikasi ini yang  sudah baik dan terbukti sukses, maka sebaiknya sistim metode modifikasi tetap harus dilakukan. Tujuannya dari keberhasilan yg sudah baik akan tetap menjadi baik dan lebih baik, disamping hasilnya pekerjaannya semakin mudah, membuat lebih nyaman, lebih sederhana, lebih bersih, lebih sesuai harganya, dst.

Metode ATM ini sebenarnya sudah lama, dan sudah banyak dilakukan oleh berbagai kalangan, bahkan Metode Amati Tiru Modifikasi  adalah metode alamiah yang telah dilakukan oleh semua manusia dalam segala aspek kehidupan. Dalam dunia Usaha, hampir semua pelaku usaha juga telah menerapkan metode ini dalam menemukan ide bisnis baru atau untuk mengembangkan bisnis yang telah ada.

Oleh karena itu Bagi anda sebagai pelaku utama maupun pelaku usaha di bidang Perikanan, Baik sebagai Pengolah, Pelaku Produksi, dan Pembenihan di bidang Perikanan yang memiliki keinginan kuat untuk berwirausaha maka metode ATM ini patut dijalankan. Dengan Amati usaha bisnis orang lain yang terbukti sukses, ambil pengalaman dan pelajari segala sesuatunya, tiru semua hal yang baik, buang yang buruk, kemudian modifikasikan sesuaikan dengan keadaan yang ada, dan silahkan untuk beraction.

Dari uraian singkat ini kita juga bisa simpulkan bahwa Methode ATM ini merupakan cara praktis,  sebagai Kunci sukses. Kita tidak harus menjadi  seorang Penemu, dan metode ini sudah banyak  dilakukan oleh pengusaha hebat yang juga bonafid, yang sebenarnya hanyalah Peniru yang cerdas. Meskipun pada awalnya hanya mengamati, meniru dan memodifikasi Usaha bisnis orang lain, namun pada akhirnya juga bisa mengembangkan melalui Modifikasinya.
Bagi anda yang sedang bergabung dalam Kelompok Wira Usaha, sangat cocok jika membaca Postingan ini.

Demikian sampai disini dulu, ...
Selamat menjalankan Usahanya,semoga kesuksesan akan selalu menyertai anda, dan semoga bermanfaat.

Terima kasih atas kunjungannya

Related Posts:

0 Response to "Metode ATM dalam membangun Wira Usaha Bidang perikanan"

Post a Comment

Komentar anda sangat bermanfaat