Curah hujan dan gelombang

Akibat Curah hujan dan gelombang yang sangat tinggi juga akan pengaruhi penangkapan ikan dilaut dan juga bisa berpengaruh terhadap aktifitas bagi mereka yang menjalankan tugas dan usahanya
Terima kasih telah hadir disini
Terlebih bagi para nelayan yang melakukan kehiatan usahanya menangkap ikan ini sangat perlu dan penting sekali untuk mengetahui Prakiraan cuaca, sebab dengan mengetahui akan cuaca yang ada maka kita akan mudah mengantidipasikannya guna mengurasi resiko yg timbul akibat proses


Related Posts:

Alat Tangkap Payang

Alat tangkap payang merupakan alat tangkap modifikasi yang menyerupai trawl kecil yang dioperasikan dipermukaan perairan. Dari segi konstruksi alat tangkap tersebut hampir mirip dengan lampara, yang membedakan adalah tidak digunakannya otter board dalam pengoperasiannya. Pengoperasian payang dilakukan pada lapisan permukaan perairan. 




Related Posts:

Sero, Alat Tangkap Ramah Lingkungan


Bagi Suku Bajo, laut adalah tempat untuk mereka menggantungkan hidup, sehingga luasnya laut dapat mereka fungsikan untuk berbagai kepentingan yang berhubungan dengan aktifitas nelayan. Di lautan pula para nelayan Suku Bajo ini memasang berbagai alat untuk menangkap ikan.



Salah satu alat tangkap yang di gunakan oleh nelayan adalah sero. Sero di pasang di tengah laut dengan kedalaman 4 meter, sero berbentuk lingkaran dengan diameter sekitar 10 meter, menggunakan sayap yang memanjang ke depan. Untuk bahan penyangganya di gunakan tiang yang terbuat dari kayu setinggi 5-6 meter. Dalam bahasa Bajo disebut balas bila. Kayu yang di pasang tersebut di lengkapi  dengan jaring sepanjang lingkaran sero. Selain balas bila, di sero juga di kenal sebutan Panajo yaitu ujung sero yang di pasangkan tanda, dengan tali dihubungkan ke badan sero dan pamangkungang yaitu tempat penampungan ikan setelah ikan masuk ke dalam sero.

Related Posts:

Video Penangkapan Pole and Line

Pole and line adalah sistim usaha perikanan tangkap yang biasa dilakukan oleh para Nelayan baik di Indonesia maupun di Luar negeri. Usaha penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap ini termasuk sangat modern. Di Indonesia penggunaan alat tangkap ini biasanya di di lakukan di Daerah Indonesia bagian Timur termasuk di Laut arafuru. Prinsip penangkapan ini adalah memancing dengan keahkian dan ketrampilan secara terlatih sehingga ikan dapat diambil melalui mata pancing yang menggunakan Umpan palsu.

Related Posts:

Penanggulangan Kegiatan Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing di Perairan Indonesia

 Indonesia merupakan negara maritim yang kaya akan sumber daya hayati maupun non hayati. Letak Indonesia diapit oleh Samudera Pasifik dan Samudera Hindia yang merupakan jalur lalu lintas pelayaran internasional. Sumber daya hayati laut yang terkandung di dalamnya sangat potensial, baik untuk bahan baku industri, kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya. Dengan garis pantai sepanjang 81.000 km dan luas laut termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia seluas 5,866 juta km2 (Gany, 2000)[1], sangat memungkinkan bila sektor ini diharapkan menjadi tulang punggung pembangunan Indonesia di masa depan.

Related Posts:

Mantapkan Arah dan Kebijakan Pengembangan SDM KKP

Dalam rangka menajamkan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BPSDM KP, 5-7 Maret 2013, di Hotel Horisson, Bandung. Rakernis ini memiliki sasaran terbangunnya rekomendasi pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan tahun 2012 dan pemantapan pelaksanaan pengembangan sumber daya manusian di bidang kelautan dan perikanan tahun 2013 serta terbangunnya kesepakatan tentang rancangan kebijakan rencana pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan tahun 2014.


Kegiatan dengan tema “Sumber Daya Manusia Kompeten Untuk Mendukung Pembangunan Kelautan dan Perikanan Dengan Pendekatan Ekonomi Biru (Blue Economy)” ini disinergikan pelaksanaannya dengan Unit Eselon I KKP lainnya. di, Bandung. (foto: Efrimal Bahri)


Rakernis BPSDM KP dihadiri oleh 162 orang peserta. Bertindak sebagai narasumber antara lain para perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Perhubungan, Badan Pusat Statistik, Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan, Pejabat Eselon I KKP, Pejabat Eselon II BPSDM KP, Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh), Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh), Forum Komunikasi Nasional Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP), dan tenaga ahli pengembangan produk Diklat perikanan. Adapun peserta yang hadir adalah Sekretaris Bakorluh dan Bapeluh terpilih, Pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup BPSDMKP, dan sebagainya.

Related Posts:

MANTAP, MODERENISASI PELAUT KAPAL PERIKANAN

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memperkuat komitmennya dalam upaya melindungi hak dan kepentingan para pelaut perikanan. Pasalnya, selama ini para pelaut khususnya pelaut yang bekerja di kapal penangkap ikan telah memberikan banyak kontribusi dalam mendukung industri kelautan dan perikanan yang diiringi oleh pertumbuhan perdagangan dan ekonomi di Indonesia. Hal ini dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardo dalam acara diskusi yang bertajuk “pelaut perikanan, tantangan dan permasalahan” di Gedung Mina Bahari I KKP, Jakarta, Senin (3/7).

Berdasarkan data KKP 2011, jumlah pelaut perikanan sebanyak 2.237.640 orang, jauh lebih besar dibandingkan dengan para pelaut kapal niaga yang berjumlah 338.224 orang. Jika ditilik, Indonesia memiliki luas laut mencapai 5,8 juta km2, atau setara tiga per empat (75,3%) dari keseluruhan wilayah Indonesia. Kini lautan menjadi pemersatu lebih dari 17.480 pulau di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian, Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di dunia, dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) telah mengukuhkan Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara melalui amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pasal 25A.

Related Posts:

Hakim Pengadilan Perikanan Wajib ‘Update’ Pengetahuan

Tajuk.co JAKARTA — Tindak pidana perikanan illegal fishing sebagai sampai saat ini masih cukup memprihatinkan. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) Syahrin Abdurrahman mengungkapkan sebagian besar tindak pidana perikanan terjadi di wilayah perairan Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga.

Bahkan, kegiatan IUU Fishing ini melibatkan kapal kapal ikan berbendera asing. “Mutlak dibutuhkan adanya kepastian hukum. Jangan sampai sumber daya kelautan dan perikanan dijarah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Syahrin pada acara pembukaan Refreshing Coach Bagi Hakim Ad Hoc Perikanan Tahun 2013 di Hotel Millenium Jakarta, Senin (1/4).

Related Posts:

Inilah Yang Di Butuhkan Perikanan Indonesia

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memerlukan terobosan dalam mengoptimalkan realisasi konsep industrialisasi perikanan di Indonesia.


"Dengan konsep baru industrialisasi perikanan kita memerlukan tenaga, aksi, dan terobosan-terobosan," kata Sharif Cicip Sutardjo seusai acara pelantikan jabatan struktural eselon satu KKP di Jakarta, Kamis (23/2).

Sharif dalam berbagai kesempatan kerap memperkenalkan konsep industrialisasi perikanan yang menjadi konsep utama yang dikemukakannya setelah menggantikan posisi Fadel Muhammad.

Related Posts:

ALat Penangkap Ikan Pole And Line


Pole and Line
Pole anda Line adalah salah satu dari jenis alat penangkapan Ikan laut yang biasa dilakukan oleh para Nelayan pada daerah tertentu yaitu yang memiliki potensi Jenis Ikan pelagis atau ikan permukaan yang cukup besar dan memiliki nilai ekonomis tingggi seperti Ikan cakalang.


Alat tangkap Pole and line ini memiliki konsturksi yang  sangat sederhana terdiri dari joran, tali pancing dan mata pancing, khusus untuk mata pancing  yang tidak seperti mata pancing pada umumnya yaitu mata pancing yang tidak berkait balik,

Related Posts:

Alat Tangkap Ikan Jenis Longline

Long Line
Penangkapan ikan tuna di laut dilakukan dengan menggunakan alat tangkap ikan yang dioperasikan oleh suatu kapal ikan.  Alat tangkap ikan tersebut salah satunya adalah tuna longline. Berikut beberapa informasi terkait dengan tuna longline. Semoga bermanfaat.


Karakteristik

Tuna longline merupakan alat tangkap yang efektif untuk menangkap ikan oseanis pelagis, karena menurut Farid et al. (1989) konstruksinya mampu menjangkau swimming layer tuna. Hal ini dapat dilihat dari 40% produksi tuna di dunia dihasilkan oleh alat tangkap tuna longline dan selebihnya dihasilkan oleh purse seine, trolling serta alat tangkap lainnya (Simorangkir, 1982). Selain efektif alat tangkap tuna longline juga merupakan alat tangkap yang selektif terhadap hasil tangkapannya dan cara pengoperasiannya bersifat pasif sehingga tidak merusak sumber daya hayati perairan (Nugraha et al., 2010).


Related Posts:

Pukat Udang (Shrimp Trawl)

PUKAT UDANG (SHRIMP TRAWL)


Definisi Pukat Udang

Pukat udang adalah jenis jaring berbentuk kantong dengan sasaran tangkapannya udang. Jaring dilengkapi sepasang (2 buah) papan pembuka mulut jaring (otter board) dan Turtle Excluder Device/TED, tujuan utamanya untuk menangkap udang dan ikan dasar (demersal), yang dalam pengoperasiannya menyapu dasar perairan dan hanya boleh ditarik oleh satu kapal motor.



Related Posts:

Hasil Tangkapan Mini long line


Long Line
Teknologi Penangkapan ikan tuna dapat dilakukan dengan berbagai cara, diberbagi Daerah mereka ada yang menggunakan Pancing tonda, Pole and line, dan Rawai. Karena Mini Long line atau Rawai tuna adalah alat tangkap yang termasuk dalam golongan tali dan pancing yang ditujukan untuk menangkap ikan tuna yang hidup di dekat permukaan laut.  


Maka alat tangkap Mini  long line terdiri dari rangkaian  tali dan pancing yaitu : tali pelampung, tali utama, tali cabang dan pancing serta pelampung  yang  gunanya untuk menjaga alat tangkap tersebut sehingga tetap berada di kolom air bagian atas.


Related Posts:

Teknologi Penangkapan Ikan dengan Pancing Ulur



Penyuluh Perikanan - Teknologi penangkapan ikan pada dewasa ini sudah mengalami perkembangan yang cukup bagus baik dari segi alat penangkapan ikan, alatalat bantu operasi penangkapan ikan dan teknik pengoperasian alat penangkap ikannya. Walaupun demikian alat penangkap jenis Pancing Ulur ini merupakan salah satu alat penangkap ikan yang sudah lama dan banyak digunakan oleh para nelayan tradisionil skala kecil. Pancing Ulur dapat ditemui hampir diseluruh wilayah Indonesia dan telah digunakan oleh para nelayan. Kontribusi hasil tangkapan Pancing Ulur terhadap produksi perikanan nasional cukup memadai untuk konsumsi setempat.

Related Posts:

PENGOPERASIAN JARING MILENIUM


Sahabat Penyuluh perikanan yang saya hormati, setelah  kita mempelajari postingan tentang pengenalan jaring milenium dan memahami tentang bagian-bagian pada jaring milenium, maka pada kesempatan ini Penyuluh perikanan akan membahas tentang cara melakukan pengoperasian jaring milenium. Kalau kita perhatikan secara jelas memang tidak jauh berbeda, bahwa Jaring millenium sebenarnya adalah jaring insang, cuma mengalami  modifikasi pada senarnya, kalau pada umumnya pakai senar yang mono, sekarang menggunakan senar yang berserat atau poll, jaring millenium berbentuk empat persegi panjang yang dilengkapi pelampung, pemberat tali ris atas dan bawah.


Related Posts:

Menangkap Ikan Menggunakan Cahaya

Lacuda BBPI Semarang
Menangkap ikan, adalah kegiatan perburuan seperti halnya menangkap harimau, babi hutan atau hewan-hewan liar lainnya di hutan. Karena sifatnya memburu, menjadikan kegiatan penangkapan ikan mengandung ketidakpastian yang tinggi. Untuk mengurangi ketidakpastian hasil tangkapan ikan tersebut, nelayan sudah sejak lama menggunakan sarana “cahaya” sebagai alat bantu penangkapan ikan.

Sebelum teknologi electrical light berkembang dengan pesat seperti sekarang ini, nelayan-nelayan di berbagai belahan dunia menggunakan cahaya lampu obor sebagai alat bantu penangkapan ikan. Pada awalnya penggunaan lampu sebagai alat bantu penangkapan ikan hanya terbatas pada perikanan tradisional yang terletak di pantai saja, seperti perikanan pukat pantai, sero, dan beberapa alat tangkap bagan lainnya. Namun, seiring dengan berkembangnya kegiatan perikanan tradisional menjadi industri, pemanfaatan cahaya sebagai alat bantu berkembang luas untuk membantu penangkapan ikan pada perikanan purse seine, bagan, stick held deep nets, dan lain-lain.







Related Posts:

Mantap Inilah Prinsip Dan Metoda Seorang Penyuluh Perikanan


Kapal Perikanan


Dalam sistim penyuluhan perikanan Prinsip merupakan suatu pernyataan mengenai kebijaksanaan yang dijadikan sebagai pedoman untuk pengambilan keputusan dan dilaksanakan secara konsisten.  Artinya bahwa setiap penyuluh dalam melaksanakan kegiatannya harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang sudah disepakati agar dapat melakukan pekerjaannya dengan baik.

Disini akan kami informasikan ada 11 prnsip Penyuluhan perikanan menurut mardikanto. Adapun prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

Related Posts:

Menghemat Biaya Produksi Dengan Pelet Buatan


Penyuluh Perikanan
Penyuluh Perikanan._Sebagai Pelaku utama dan pelaku Usaha dalam Dunia Perikanan anda pasti sudah tahu kalau biaya produksi terhadap  Pakan Ikan (pelet) lumayan tinggi, Namun jika anda ingin untuk mengurangi biaya harga Pakan yang tinggi maka sebaiknya anda bisa melakukannya dengan membuat Pelet sendiri.

membuat pakan ikan (pelet) sendiri sebenarnya gak sulit yang penting  ada kemauan untuk belajar dan berusaha menacari info serta pengetahuan yang ada dimana mana. Akibat dari tingginya biaya produksi terhadap pemberian pakan dalam usaha perikanan Budidaya tersebut terkadang kita sebagai pelaku utama merasa bingung bahkan jenuh bagaimana caranya agar biaya produksi tersebut dapat ditekan serendah mungkin. 

Related Posts: