Mantap, Baru Tahu Akan Hari Air Sedunia



Air dan kehidupan memang tidak bisa dipisahkan, karena tanpa air kehidupan tidak akan ada. Lihat saja sendiri, betapa Planet Bumi yang kita tempati hingga sekarang ini, sebenarnya penuh air.
Bumi kita yang bulat Permukaan ini pada dasarnya  71% merupakan air, makanya ketika kita melihat bumi dari luar angkasa, bumi terlihat berwana biru. 96% air di bumi ini bersifat asin sebagai air laut, sedangkan sisanya sekitar 4% yang bersifat tawar. Kurang dari 3% berwujud salju dan es, sedangkan 1% lainnya sebagai besar air tanah itu yg umumnya digunakan untuk mandi dll, dan sisanya kurang dari 0,1% sebagai air permukaan (sungai dan danau), yg berada di biosfer dan atmosfer (sumber Wikipedia  http://id.wikipedia.org/wiki/Air).

Related Posts:

Mantap, Nelayan Terima Dana Hibah

PALU-Nelayan di Sulawesi Tengah pada 2013 mendapat kucuran dana hibah Rp15,4 miliar dari Kementerian Klelautan dan Perikanan untuk membiayai program nasional, peningkatan kehidupan nelayan (PKN) melalui proyek Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng Hasanuddin Atjo mengemukakan di Palu Kamis, dana itu akan disalurkan kepada 154 kelompok usaha bersama (KUB) nelayan masing-masing senilai Rp100 juta.

Related Posts:

Illegal Fishing



Sumber info: KKP
Kegiatan perikanan tangkap dunia terus mengalami peningkatan sangat pesat. Akibatnya, gejala overfishing di beberapa bagian perairan dunia mulai terlihat. Fenomena ini juga diikuti dengan meningkatnya praktek Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing yang mengancam kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya.
Kondisi ini mendorong negara-negara anggota Food and Agriculture Organization (FAO) merumuskan acuan yang dapat diterapkan oleh negara-negara di dunia tentang

Related Posts:

25 dinas kelautan dan Perikanan Siap Menjadi minapolitan


Minapolitan merupakan konsep pembangunan kelautan dan perikanan berbasis wilayah dengan pendekatan dan sistem manajemen kawasan dengan prinsip-prinsip, integrasi, efisiensi, kualitas, dan akselerasi.

Oleh karena itu. sebagai program lima tahun kedepan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun kawasan minapolitan (kawasan produksi kelautan dan perikanan yang terintegrasi) di 28 kabupaten sebagai pilot project untuk meningkatkan produksi perikanan di Indonesia."Pada tahap awal akan dibangun di 28 kabupaten, dan nanti apabila proyek itu berhasil, pembangunannya akan diperluas ke daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia." kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad pada Seminar "Membangun Minapolitan Berbasis Masyarakat" di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), di Bogor, kemarin.

Related Posts:

Kabar Gembira Buat Nelayan Dan Pembudi daya Ikan

SURABAYA, Jaringnews.com - Program sertifikasi akan memberi multiplier effect terhadap peningkatan produksi. Perbankan nasional tidak memilah-milah jenis perikanan budidaya terkait dengan akses pembiayaan melalui sertifikasi Hak Atas Tanah (HAT). Sebaliknya komoditas perikanan budidaya disesuaikan jenis usaha budidaya, sehingga ada penetapan ceiling atau plafon kredit. Misalkan untuk budidaya udang, ceiling-nya ditentukan Rp 500 juta per petak kolam (tambak) ukuran 1 – 2 hektar.
Kredit untuk budidaya, selain dari pihak perbankan, pemerintah pusat juga menyediakan fasilitas KUR (kredit usaha rakyat). Selain itu, fasilitas lainnya yaitu Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE). Nilai KUR mencapai Rp 20 – 30 juta per orang.

Related Posts:

Siapkan Bantuan Solar Untuk Nelayan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kementerian terkait untuk mencukupi kebutuhan nelayan khususnya bahan bakar. SBY juga minta dilakukan pengerukan alur sungai menuju laut untuk kemudahan transportasi bagi para nelayan.

"Pak Wamen PU, tolong dikeruk, Pertamina siapkan SPBN untuk solarnya," kata Presiden saat meninjau Desa Nelayan di Desa Nelayan Dusun Pasir Putih, Desa Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/2).

Related Posts:

Tega, Bantuan Nelayan di Potong 40 juta

SEMARANG, KOMPAS.com - Nasib nelayan tradisional di Jawa Tengah, juga umumnya daerah pesisir Indonesia makin miskin setelah mereka ternyata tidak dapat mengakses bantuan program nelayan dari pemerintah.

"Para nelayan tradisional tidak bisa mengakses program pemerintah karena mereka kalah dengan kelompok-kelompok bentukan nelayan instans bentuk oknum-oknum dinas kelautan maupun oknum anggota legisatif," kata aktivis nelayan dari Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Abdul Halim, pada diskusi nelayan makin marginal di Semarang, Jawa Tengah, Senin (29/4/2013).

Related Posts:

Potensi Perikanan dan Kelautan Indonesia Masih Besar

IMQ, Jakarta —   Sebagai negara maritim, Indonesia belum mampu mendayagunakan sumber daya laut secara optimal dan tantangan yang datang dari kelautan bukan hanya tantangan terhadap pemerintah, tetapi harus dihadapi oleh dunia usaha.

“Indonesia harus lebih memanfaatkan potensi sektor kelautan yang ada, jangan biarkan nilai potensi yang mencapai Rp20 triliun hilang begitu saja,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Perikanan dan Kelautan, Yugi Prayanto di Jakarta, Selasa (15/1).

Related Posts:

Amazing, Alat Canggih Deteksi Produktivitas Gurame



Super gurami
Gambar ini hanya untuk hiburan saja mas

Belum lama ini telah ditemukan sebuah Inovasi Teknologi baru untuk ikan Gurami berupa Deteksi produktifitas Gurami melalui suara. Inovasi seperti ini baru ditemukam oleh Tim mahasiswa Departemen ilmu dan teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan ilmu kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam hal budidaya Ikan Gurami. Inovasi Teknologi yang ditemukannya Yakni teknologi untuk mengetahui tingkat produktivitas ikan gurame hanya berdasarkan suara yang dihasilkan. Hal ini dinilai jauh lebih praktis dibandingkan cara lama, yakni membedah gonad ikan untuk diteliti melalui mikroskop.

Related Posts:

Industrialisasi Perikanan Harus Atasi Dulu Masalah Mendasar

Tajuk.co, BOGOR — Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkap Ikan (KAPI) Kementerian Kelautan dan Perikanan telah membuat pemetaan karakteristik habitat, dimana penetapan daerah penangkapan ikan (fishing ground) harus dibedakan dari daerah aktivitas ikan lainnya.

Aktivitas yang dimaksud yakni spawning ground (tempat beranak), nursery ground (daerah pengasuhan), feeding ground (daerah mencari pakan). Namun para peneliti kerap menemukan aktivitas penangkapan ikan yang tak kenal aturan.

Related Posts:

Kebijakan KKP Harus Implementasikan Blue Economy

JAKARTA – Sharif Cicip Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan menegaskan, prinsip blue economy harus diimplementasikan dalam berbagai kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Terutama, dalam program percepatan industrialisasi kelautan dan perikanan.


Related Posts: